Halaman

Saturday, October 6, 2012

Sejarah Coklat

Theobroma cacao adalah nama sains dari pohon cacao. Kata tersebut adalah kombinasi dari kata Yunani Theobroma (yang berarti makanan untuk Tuhan) dan kata Aztec kuno ‘cacahuatl’, yang kemudian diucapkan ‘cacao’ oleh penjelajah Spanyol. Biji cacao tidak hanya berperan sebagai bahan minuman cokelat ‘xocotlatl’, tetapi juga digunakan sebagai barang barter yang cukup berharga. 10 biji dapat ditukarkan untuk seekor kelinci. Suku Indian Maya adalah yang pertama menanam pohon cacao untuk diambil buahnya.

Maya Cacao God
Cokelat ditemukan oleh suku Toltec (Ketika peradaban Maya klasik runtuh) dengan melemparkan biji cacao ke dalam api. Pada awalnya suku Toltec dan suku lainnya yang mendiami Amerika tengah dan selatan hanya memakan pulp dari buah cacao, karena biji cacao terasa sangat tajam. Kemudian salah satu dari mereka memiliki ide untuk melempar biji cacao ke dalam api. Keharumannya membuat mulutnya berliur. Dia kemudian memecah biji cacao dengan batu dan mengumpulkan isinya, dan ternyata setelah dicoba rasanya sangat lembut. Itulah awal dari bangkitnya cokelat.

Christopher Columbus adalah orang pertama yang mencicipi kelezatan cokelat. Saat dia berusaha menaklukan Caribbean, Christopher Colombus berlabuh di sebuah pulau yang bernama Guanaja. Suku aztec menawarinya minuman cokelat yang mewah, xocotlatl. Tetapi dia tidak menyukai minuman pahit yang berbahan cacao panggang dan rempah-rempah tersebut. Biji cacao pertama yang dibawa ke Eropa tidak terlalu diminati. Mereka lebih tertarik pada harta lain yang dibawa di kapal.

Hernan Cortez (Spanyol) dan Moctezuma (Aztec)
Penjelajah Spanyol, Hernan Cortez menyadari pentingnya nilai ekonomis dari biji cacao dan sadar bahwa bangsa Aztec secara tidak langsung memiliki uang yang tumbuh di pohon. Dia membawa kembali biji cacao ke Spanyol pada tahun 1528. Minuman cacao dinikmati oleh Raja dan Parlemen dan tetap dirahasiakan oleh kaum elit selama hampir 100 tahun. Tetapi, rahasia tersebut bocor. Minuman cokelat sering dijumpai di kalangan tertentu di Milan dan London. Lambat laun, berbagai jenis minuman cokelat menyebar di seluruh penjuru Eropa. Inggris adalah negara pertama yang memperkenalkan produk cokelat yang dimakan (tidak hanya diminum). Meski demikian cokelat tetap termasuk barang mewah. Baru setelah abad 20, cokelat menjadi lebih umum dan bebas dikonsumsi untuk siapa saja.

Sumber:
http://www.guylian.com/en/about-chocolate/story/
http://exhibits.mannlib.cornell.edu/chocolate/
http://www.cadbury.co.uk/cadburyandchocolate/historyofchocolate/Pages/thehistoryofchocolate.aspx

No comments:

Post a Comment