Halaman

Monday, October 22, 2012

Investasi Cetak Rekor

Realisasi Penanaman Modal Tembus Rp 229 T

JAKARTA - Investasi bakal menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Itu terkait dengan aliran dana investasi yang kian deras mengguyur Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri mengatakan, tahun ini menjadi tahun emas kinerja investasi Indonesia. Di tengah perekonomian global yang lesu darah, investasi di Indonesia justru terus melonjak. "Angka realisasi Rp 229 triliun ini merupakan rekor terbesar dalam sejarah investasi Indonesia," ujarnya saat paparan kinerja investasi triwulan III 2012 di kantor BKPM kemarin (22/10).

Investasi Rp 229,9 triliun merupakan akumulasi realisasi penanaman modal, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA), pada periode Januari-September 2012. Perinciannya, PMDN Rp 65,7 triliun dan PMA Rp 164,2 triliun. "Realisasi ini naik 27 persen dibandingkan realisasi periode Januari-September 2011 sebesar Rp 181,0 triliun," katanya.

Khusus untuk triwulan III 2012, realisasi investasi mencapai Rp 81,8 triliun atau naik 6,4 persen jika dibandingkan dengan realisasi triwulan II 2012 sebesar Rp 76,9 triliun. Jumlah itu naik 25,1 persen daripada realisasi triwulan III 2011 sebesar Rp 65,4 triliun.

Menurut Chatib, sektor industri mineral nonlogam masih menjadi favorit investor dalam negeri dengan realisasi investasi sepanjang Januari-September 2012 sebesar Rp 9,1 triliun atau yang tertinggi jika dibandingkan dengan sektor lain. Selanjutnya, sektor pertambangan Rp 8,6 triliun dan sektor industri makanan Rp 7,7 triliun. "Dari sisi lokasi proyek, Jawa Timur menjadi favorit investor dalam negeri dengan total investasi hingga Rp 12,0 triliun, diikuti Jawa Barat Rp 8,8 triliun dan DKI Jakarta Rp 6,4 triliun," sebutnya.

Sementara itu, untuk investor asing, sektor pertambangan menjadi favorit dengan investasi USD 3,2 miliar yang diikuti sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi USD 2,5 miliar serta sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi dengan nilai USD 1,9 miliar.

Dari sisi lokasi proyek, Jawa Barat menjadi favorit investor asing dengan investasi USD 3,1 miliar, DKI Jakarta USD 3,0 miliar, dan Banten USD 1,8 miliar. Adapun dari sisi negara asal investor, Singapura masih menjadi yang paling rajin menanam investasi dengan USD 3,5 miliar, lalu Jepang USD 1,8 miliar, dan Korea Selatan USD 1,3 miliar.

Chatib menyebut, salah satu hal yang menggembirakan dalam struktur realisasi investasi di Indonesia adalah mulai terjadinya pemerataan. Itu terlihat dari porsi investasi di luar Jawa yang terus naik. Pada Januari-September 2012, investasi di luar Jawa mencapai Rp 107,0 triliun atau 46,5 persen di antara total investasi.

Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp 81,1 triliun atau 44,8 persen di antara total realisasi investasi. "Pemerataan investasi ini sangat penting untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya.

Bagaimana proyeksi hingga akhir tahun? Chatib mengatakan, pihaknya optimistis aliran dana investasi masih mengucur hingga akhir tahun sehingga target realisasi investasi Rp 283,5 triliun dapat tercapai. "Bahkan, kami proyeksi bisa tembus Rp 300 triliun," katanya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengapresiasi positif kinerja realisasi investasi. Menurut dia, selain konsumsi rumah tangga, investasi kini menjadi andalan pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. "Kalau investasi masih bagus sampai akhir tahun, kami optimistis pertumbuhan ekonomi 6,5 persen tahun ini bisa tercapai," ujarnya. (owi/c6/dos)

Sumber: Jawa Pos

No comments:

Post a Comment